Syarat Menjadi Bidan Delima dari BPM

Syarat menjadi bidan delima pada umumnya ialah memiliki SIPB, bersedia membayar iuran, bersedia membantu BPM lain menjadi bidan delima, dan bersedia mentaati semua ketentuan yang berlaku. Adapun tahapan yang dilalui menjadi  bidan delima ialah melakukan pendaftaran di pengurus cabang, mengisi formulir pra kualifikasi, belajar dai buku kajian mandiri dan mendapat bimbingan dari fasilitator, barulah divalidasi oleh fasilitator serta diberi umpan balik oleh fasilitator.

Kegiatan validasi ini tidak hanya sarana dan prasarana saja, melainkan meliputi semua jenis pelayanan yang diberikan oleh BPM tersebut. Apabila dari hasil validasi dinyatakan BPM tersebut telah memenuhi standar, maka dapat diberikan sertifikat bidan delima yang berlaku selama 5 tahun. Selain itu, bidan delima tersebut mendapatkan tanda pengenal signage, apron, pin dan buku-buku. Bagi BPM yang belum lulus, maka fasilitator terus membimbingnya sampai BPM tersebut lulus menjadi bidan delima.



syarat menjadi bidan delima
Alat Kebidanan Gunting Tali Pusat


Syarat Menjadi Bidan Delima dari BPM

Syarat menjadi bidan delima pada dasarnya harus membuka praktik mandiri atau BPM. BPM tersebut telah berjalan selama 2 tahun. Barulah bidan yang membuka BPM tersebut dapat mengajukan diri menjadi bidan delima. Bidan delima menggambarkan suatu pelayanan yang berkualitas yang diberikan oleh bidan. Pelayanan tersebut tentunya merupakan pelayanan kebidanan yang telah sesuai dengan standar nasional.

Pada masa sekarang ini banyak BPM yang menjadi bidan delima. Hal ini menandakan bahwa pelayanan bidan di Indonesia telah berkualitas. Kategori pelayanan bidan yang berkualitas harus memenuhi standar. Standar tersebut dilihat dari berbagai aspek seperti sarana, prasarana, dan keterampilan petugas atau bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan.

Adanya program bidan delima ini akan membuat masyarakat semakin percaya terhadap kualitas pelayanan kebidanan yang diberikan oleh bidan. Standar pelayanan bidan yang berkualitas tersebut tentunya telah di tetapkan secara nasional oleh organisasi profesi bidan atau IBI sehingga tidak ada perbedaan pendapat mengenai bidan yang dikatakan sebagai bidan yang berkualitas.

Bidan sebagai pemberi layanan kebidanan memang dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Dengan memberikan pelayanan yang berkualitas akan mendatangkan keuntungan tersendiri terhadap bidan tersebut. Misalnya saja dengan menjadi bidan delima yang memiliki pelayanan yang berkualitas dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk dapat mengakses pelayanan kebidanan di bidan tersebut. Tentu saja hal ini dapat membuat kunjungan pada BPM bidan tersebut meningkat dan secara otomatis akan meningkatkan pendapatan.

Bidan yang belum menjadi bidan delima dapat mengajukan diri menjadi   bidan delima. Tentu saja asalkan BPM tersebut telah berjalan selama minimal 2 tahun. Sebelum mengajukan diri menjadi bidan delima, bidan tersebut dituntut untuk melakukan kajian mandiri. Kajian mandiri di sini ialah mengkaji seberapa jauh pelayanan kebidanan yang kita berikan sesuai dengan standar. Pada kajian mandiri ini terdapat lembar ceklis yang harus di isi. Usahakan setiap ceklis atau kategori harus ada dan sesuai dengan lembar ceklis tersebut. Lembar ceklis ini berupa sarana, prasarana, dan daftar tilik pelayanan kebidanan yang diberikan di BPM.

Misalnya saja dalam ceklis tersebut harus terdapat alat spekulum sedangkan di BPM tersebut tidak terdapat spekulum. Maka bidan harus melengkapi terlebih dahulu spekulum di BPM tersebut. Barulah setelah semua lembar ceklis terpenuhi, bidan tersebut dapat mengajukan diri menjadi bidan delima dengan mendaftarkan diri melalui IBI ranting. Setelah mendaftar melalui IBI ranting selanjutnya IBI ranting bersama dengan IBI cabang akan melakukan validasi atau berkunjung pada BPM. Apabila BPM tersebut memenuhi kriteria menjadi bidan delima, maka BPM tersebut bisa menjadi bidan delima.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: bidandelima.wordpress.com


space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :