Persyaratan Menjadi Bidan Indonesia

Persyaratan menjadi bidan di antaranya ialah wanita, lulusan SMA, memiliki tinggi badan minimal 150 cm, tidak buta warna, dalam keadaan sehat, dan syarat penunjang lainnya. Demikian itu merupakan persyaratan menjadi bidan secara umum untuk masuk ke sekolah kebidanan. Apabila telah menempuh pendidikan kebidanan, selanjutnya ialah membuat STR atau Surat Tanda Registrasi. Barulah setelah mendapatkan ijazah dan STR, bidan tersebut dapat menjadi seorang bidan resmi. Bidan sendiri merupakan petugas kesehatan yang bertugas dalam bidang peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Berbagai pelayanan kebidanan yang dapat diberikan oleh seorang bidan. Pelayanan kebidanan yang dapat diberikan oleh seorang bidan di antaranya ialah pelayanan kehamilan, pelayanan persalinan, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, pelayanan KB, dan sebagainya.



persyaratan menjadi bidan

Alat Kebidanan Gunting Tali Pusat


Berbagai Persyaratan Menjadi Bidan

Berbagai persyaratan menjadi bidan di tetapkan oleh setiap institusi pendidikan kebidanan untuk menyaring calon mahasiswanya. Syarat yang diajukan oleh setiap institusi pendidikan kebidanan pada umumnya hampir sama. Untuk institusi pendidikan diploma III kebidanan biasanya akan menerima mahasiswanya yang berasal dari SMA IPA, memiliki tinggi badan minimal 150 cm, dan syarat-syarat lainnya. Ada pula institusi pendidikan kebidanan yang menerima calon mahasiswanya walaupun memiliki tinggi badan kurang dari 150 cm.

Penetapan tinggi badan minimal menjadi   seorang bidan sebenarnya bukan suatu hal yang mutlak. Pertimbangan untuk menetapkan tinggi badan bagi calon mahasiswa kebidanan berkaitan pada saat tindakan pelayanan kebidanan dimana bed pasien memiliki tinggi yang dapat dijangkau oleh orang dengan tinggi badan minimal 150 cm sehingga  tinggi badan 150 cm ini menjadi salah satu syarat menjadi   mahasiswa kebidanan.

Persyaratan menjadi bidan lainnya ialah tidak memiliki buta warna. Buta warna di sini merupakan kelainan mata yang tidak dapat membedakan warna. Pada pelayanan kebidanan yang diberikan oleh seorang bidan terdapat tindakan yang memerlukan penglihatan untuk membedakan warna. Misalnya pada saat tindakan pemeriksaan air ketuban dengan menggunakan kertas lakmus. Untuk menentukan bahwa cairan tersebut merupakan cairan ketuban dapat dilakukan dengan uji lakmus. Cairan ketuban bersifat basa sehingga apabila lakmus warna merah dicelupkan pada cairan ketuban tersebut maka akan berubah menjadi warna biru. Hal ini membutuhkan kejelian mata dalam membedakan perubahan warna yang terjadi.

Bidan merupakan profesi yang banyak dicita-citakan oleh remaja perempuan. Namun, menjadi seorang bidan harus mempunyai tanggung jawab yang tinggi. Pasalnya bidan harus bertanggung jawab atas semua tindakan atau pelayanan yang diberikan pada pasien atau kliennya. Apabila terdapat kesalahan yang dapat mengakibatkan kerugian terhadap pasiennya, bidan harus siap untuk bertanggung jawab.

Di samping terdapat tanggung jawab yang besar, profesi bidan juga menjadi salah satu profesi yang mulia karena banyak menolong ibu terutama dalam proses persalinan. Terkadang seorang bidan harus rela menempuh jarak yang cukup jauh untuk membantu ibu yang bersalin. Terlebih lagi bidan yang ditugaskan di daerah terpencil. Bidan harus melewati hutan, bahkan menyebrangi sungai guna menolong ibu untuk bersalin. Hal inilah yang membuat profesi bidan menjadi salah satu profesi yang mulia.

Melihat beratnya perjuangan seorang bidan, tidak membuat surut minat para remaja perempuan menjadi   seorang bidan. Nyatanya setiap tahun penerimaan mahasiswa kebidanan selalu meningkat untuk masuk menjadi mahasiswa kebidanan, tentunya remaja perempuan tersebut harus memenuhi persyaratan agar terpilih menjadi mahasiswa kebidanan di institusi tersebut.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: berbagai sumber


space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :