Tes Kesehatan Kebidanan (Syarat-syarat)

Tes kesehatan kebidanan biasanya dilakukan bagi calon mahasiswa baru. Sebagai seorang calon bidan dituntut untuk memiliki kesehatan yang prima karena seorang calon bidan dituntut untuk melayani wanita selama 24 jam, mengingat persalinan dapat terjadi kapan saja. Tes kesehatan kebidanan yang diwajibkan pada calon mahasiswa akan berbeda untuk setiap institusi. Namun, pada umumnya tes kesehatan yang dilakukan pada calon mahasiswa kebidanan di antaranya ialah pemeriksaan fisik, tes buta warna, tes hepatitis, tes narkoba, tes kehamilan, dan sebagainya.


tes kesehatan kebidanan
Alat Kebidanan Partus Set


Macam-macam Tes Kesehatan Kebidanan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tes kesehatan kebidanan terdiri dari berbagai macam tes. Tes kesehatan kebidanan yang umumnya dilakukan ialah pemeriksaan fisik, tes buta warna, tes hepatitis, tes narkoba, tes kehamilan dan sebagainya. Pada pemeriksaan fisik, biasanya calon mahasiswa akan diukur berat badan, tinggi badan, tanda-tanda vital, dan pemeriksaan anggota tubuh lain secara terfokus. Pemeriksaan fisik ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyakit ataupun kelainan yang terdapat dalam tubuh melalui tindakan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi.

Bila hasil pemeriksaan fisik yang diperoleh tidak ada kelainan, maka tes kesehatan selanjutnya ialah tes dari fungsi organ tubuh seperti pendengaran dan penglihatan. Tes pendengaran biasanya dilakukan dengan alat bernama garpu-tala, alat ini digetarkan dan didekatkan pada telinga. Apabila terdapat respons maka pendengaran dari orang yang diperiksa tersebut berfungsi dengan baik. Ada lagi tes pada mata. Tes ini dilakukan dengan jarak pandang tertentu. Kemudian orang yang di tes diperintahkan untuk menyebutkan huruf yang ditunjuk oleh petugas. Huruf yang ditunjuk biasanya berawal dari huruf dengan ukuran besar sampai dengan huruf ukuran kecil. Dari sinilah kita dapat mengetahui ada tidaknya gangguan pada penglihatan.

Untuk mendeteksi gangguan pada penglihatan juga dapat dilakukan dengan tes buta warna. Pada tes buta warna ini, orang yang di tes diperintahkan untuk menyebutkan angka, huruf, alur jalan dan sebagainya yang tersembunyi di dalam suatu pola. Apabila orang tersebut dapat menjawab dengan tepat, maka orang tersebut dapat dinyatakan bebas buta warna.

Tes kesehatan kebidanan lainnya yang dilakukan oleh calon mahasiswa kebidanan ialah tes laboratorium. Tes laboratorium ini di antaranya ialah tes hepatitis. Tes hepatitis dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit hepatitis pada salon mahasiswa kebidanan. Terkadang tes hemoglobin juga menjadi tes kesehatan yang harus dilakukan oleh calon mahasiswa kebidanan.

Beberapa institusi juga melakukan pemeriksaan laboratorium berupa tes kehamilan. Tes ini biasanya dilakukan oleh institusi yang tidak memperkenankan hamil selama masih mengikuti pendidikan kebidanan. Namun ada pula institusi kebidanan yang memperbolehkan mahasiswanya untuk hamil (bagi yang sudah menikah) selama menempuh pendidikan kebidanan. Tes kesehatan lainnya ialah tes narkoba. Tes narkoba ini dapat di selenggarakan oleh institusi pendidikan ataupun dilakukan oleh institusi pemerintah seperti puskesmas. Tes narkoba ini dilakukan dengan menggunakan rapid test. Bagian yang diambil untuk pemeriksaan narkoba ini ialah sampel darah. Sampel darah disimpan dalam stick pengetes narkoba lalu dibiarkan selama kurang lebih 5 menit, lalu hasil pemeriksaan pun akan terlihat dengan sendirinya.

Selain tes kesehatan terdapat tes lainnya yaitu tertulis. Tes tertulis ini terdiri dari tes pengetahuan dasar dan tes wawancara. Apabila tes tertulis dan wawancara ini lolos, maka peserta tes dapat mengikuti tes kesehatan. Jadi secara umum tes masuk kebidanan dapat ditempuh dengan urutan tes tulis terlebih dahulu kemudian tes kesehatan dan terakhir proses wawancara.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: berbagai sumber


space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :