Tupoksi Bidan (Tugas Pokok dan Fungsi)

Tupoksi bidan atau tugas pokok dan fungsi bidan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang bidan. Tupoksi bidan ini mencerminkan pelayanan yang diberikan oleh seorang bidan. Pada dasarnya terdapat 9 tupoksi bidan yang dilakukan dalam pelayanan kebidanan. Tupoksi bidan tersebut di antaranya ialah dalam asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan KB atau keluarga berencana. Semua tupoksi tersebut dilakukan secara berkesinambungan dan komprehensif. Asuhan secara komprehensif inilah yang mampu menekan angka kematian ibu dan bayi.



tupoksi bidan

Alat Kebidanan Partus Set


Tupoksi Bidan Indonesia

Tupoksi bidan dalam melakukan pelayanan kebidanan harus didasarkan pada filosofi kebidanan. Terdapat 9 tupoksi yang harus dijalankan oleh seorang bidan. Tupoksi yang pertama ialah bidan harus memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil. Tupoksi kedua ialah bidan harus memberikan asuhan persalinan normal atau fisiologis pada ibu bersalin. Tupoksi yang ketiga adalah bidan harus memberikan pelayanan terhadap bayi baru lahir. Tupoksi keempat ialah bidan harus dapat mengupayakan kerja sama kemitraan dengan dukun bersalin yang ada di wilayah kerja puskesmas.

Tupoksi yang kelima ialah bidan harus memberikan edukasi melalui penyuluhan kesehatan reproduksi dan kebidanan. Tupoksi yang ketujuh ialah bidan harus melakukan deteksi dini dan pelayanan rujukan terhadap ibu hamil dengan risiko tinggi. Tupoksi yang kedelapan ialah bidan harus dapat mengupayakan melakukan audit maternal perinatal atau AMP bila terdapat kematian ibu dan bayi di wilayah kerjanya. Tupoksi yang ke sembilan ialah bidan harus dapat melaksanakan mekanisme pencatatan dan pelaporan terpadu pada tingkat pelayanan puskesmas.

Kita bahas satu persatu tupoksi bidan ini. Tupoksi bidan yang pertama menggambarkan bahwa seorang bidan harus dapat memberikan pelayanan pada ibu hamil atau yang disebut dengan asuhan kehamilan. Asuhan kehamilan ini meliputi pemeriksaan fisik ibu hamil dan pemeriksaan laboratorium ibu hamil serta pemberian obat-obatan jika diperlukan. Pada pemeriksaan fisik hal yang menjadi pemeriksaan terfokus ialah pemeriksaan janin yang dikandung ibu hamil tersebut.

Pemeriksaan janin dapat dilakukan melalui pemeriksaan inspeksi, palpasi, dan auskultasi dari bagian abdomen. Seorang bidan dapat mengetahui posisi dari janin yang dikandung ibu hamil melalui pemeriksaan leopold. Selain itu, kesejahteraan janin juga dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan denyut jantung janin. Pemeriksaan laboratorium yang biasanya diperlukan oleh ibu hamil ialah pemeriksaan golongan darah, dan pemeriksaan kadar hemoglobin dalam darah. Bila diperlukan, ibu hamil dapat diberikan multivitamin selama kehamilannya seperti obat penambah darah, imunisasi dan lain-lain.

Pada tupoksi yang kedua menggambarkan seorang bidan dapat memberikan pelayanan pada persalinan normal. Pertolongan persalinan dilakukan dengan aman dan bersih oleh seorang bidan. Prinsip pertolongan persalinan mengikuti langkah-langkah asuhan persalinan normal atau APN. Umumnya terdapat 60 langkah dalam melakukan APN.

Pada tupoksi yang ketiga bidan harus memberikan pelayanan terhadap bayi baru lahir. Bayi baru lahir perlu mendapatkan perawatan dirinya. Pelayanan terhadap bayi baru lahir ini dapat meliputi tindakan preventif, promotif, dan rehabilitatif. Contoh pelayanan yang diberikan oleh seorang bidan terhadap bayi baru lahir ialah seperti menjaga kehangatan bayi, pemberian vitamin K, pemberian imunisasi hepatitis B0, dan sebagainya.

Tupoksi keempat ialah bidan harus mengupayakan kerja sama kemitraan dengan dukun bersalin yang ada di wilayah kerja puskesmas. Kerja sama atau kemitraan yang dibangun oleh bidan dengan dukun beranak atau paraji sangatlah penting karena sebagai dukun beranak dianggap sebagai seorang tokoh masyarakat yang dapat berperan penting terhadap perilaku kesehatan masyarakat. Dengan adanya kerja sama atau mitra dengan dukun beranak, diharapkan perilaku kesehatan yang tidak sesuai dapat ditinggalkan oleh masyarakat tersebut.

Tupoksi yang kelima ialah bidan harus memberikan edukasi melalui penyuluhan kesehatan reproduksi dan kebidanan. Tupoksi yang ketujuh ialah bidan harus melakukan deteksi dini dan pelayanan rujukan terhadap ibu hamil dengan risiko tinggi. Tupoksi yang kedelapan ialah bidan harus mengupayakan melakukan audit maternal perinatal atau AMP bila terdapat kematian ibu dan bayi di wilayah kerjanya. Tupoksi yang ke sembilan ialah bidan harus dapat melaksanakan mekanisme pencatatan dan pelaporan terpadu pada tingkat pelayanan puskesmas.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Buku Konsep Kebidanan


space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :