Tes Masuk Kebidanan Secara Umum

Tes masuk kebidanan meliputi beberapa tes. Setiap institusi pendidikan kebidanan mengadakan tes masuk kebidanan untuk memperoleh mahasiswa yang memiliki dasar minat dan bakat terhadap kebidanan. Selain itu, tes masuk kebidanan juga dilakukan untuk mengetahui karakteristik kepribadian dan pengetahuan dari calon mahasiswa tersebut. Tes umumnya dilakukan oleh calon mahasiswa kebidanan meliputi tes tulis, tes wawancara, dan tes kesehatan. Pelaksanaan tes tersebut ada yang dilakukan secara bertahap maupun sekaligus pada satu hari.


tes masuk kebidanan
Alat Kebidanan Partus Set


Macam-macam Tes Masuk Kebidanan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tes masuk kebidanan meliputi beberapa tes. Di antaranya ialah tes tulis, tes kesehatan dan wawancara. Tes tulis itu sendiri terdiri dari tes pengetahuan dasar dan tes psikologi. Biasanya pada tes pengetahuan dasar berisikan soal-soal matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan soal Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Soal ilmu pengetahuan alam yang dimunculkan berupa soal biologi, fisika dan kimia. Waktu yang dialokasikan untuk tes tulis pengetahuan dasar pun berbeda-beda, bergantung pada jumlah soal.

Tes psikologi atau yang sering disebut dengan psikotes juga sering dilakukan pada tes masuk kebidanan. Psikotes ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kepribadian dari calon mahasiswa kebidanan.

Untuk tes kesehatan dapat diselenggarakan oleh institusi pendidikan kebidanan itu sendiri. Ada pula yang tidak melakukan tes kesehatan di institusi pendidikan kebidanan. Tes kesehatan dilakukan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit. Biasanya tes kesehatan yang dilakukan ialah tes kesehatan fisik, tes buta warna, dan tes laboratorium. Tes laboratorium yang dilakukan seperti tes narkoba, tes kehamilan, dan sebagainya.

Setelah tes kesehatan tes selanjutnya ialah tes wawancara. Tujuan dilakukan wawancara ialah untuk mengetahui latar belakang dari calon mahasiswa kebidanan dan minat terhadap pendidikan kebidanan menjadi   seorang bidan. Dari sinilah akan diketahui seberapa besar minat calon mahasiswa tersebut terhadap profesi bidan. Kadangkala terdapat mahasiswa yang terpaksa untuk mengikuti pendidikan kebidanan. Dia mengikuti pendidikan kebidanan bukan berdasarkan kemauannya sendiri. Namun, berdasarkan kemauan dari orang tuanya sehingga  banyak dari mereka yang terpaksa mengikuti pendidikan kebidanan bukan berdasarkan kemauannya sendiri, membuat mereka berhenti di tengah jalan atau tidak dapat menyelesaikan pendidikan kebidanan.

Pada saat di wawancara, pewawancara akan menanyakan latar belakang atau hal yang mendasari calon mahasiswa tersebut untuk masuk pendidikan kebidanan. Apakah keinginan menjadi seorang bidan merupakan keinginannya sendiri atau paksaan dari orang lain. Apabila calon mahasiswa tersebut memilih pendidikan kebidanan berdasarkan keinginannya sendiri tentunya hal ini menjadi suatu nilai yang dapat mempertimbangkan dirinya diterima di institusi kebidanan.

Pewawancara biasanya dilakukan oleh dosen prodi kebidanan ataupun ketua prodi kebidanan yang menjadi panitia penerimaan mahasiswa baru. Wawancara yang dilakukan juga berkaitan juga dengan perkembangan dunia kebidanan saat ini. Maka dari itu jika Anda akan mengikuti tes kebidanan, Anda harus mengetahui perkembangan terkini dari dunia kebidanan.

Selain itu, Anda juga akan dinilai mengenai sikap saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. Sikap yang ditunjukkan menggambarkan diri dari orang tersebut. Maka dari itu pada saat melakukan wawancara, Anda harus dapat bersikap baik dan sopan. Hal ini menjadi suatu nilai lebih untuk dapat diterima di institusi tersebut. Tunjukkan minat yang besar menjadi seorang bidan dan percaya diri ketika menjawab pertanyaan yang diajukan menjadi kunci utama dalam melakukan tes wawancara.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: berbagai sumber


space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :