Batas dan Wewenang Bidan Indonesia

Batas dan wewenang bidan diatur dalam standar profesi. Standar profesi yang mengatur batas dan wewenang bidan adalah Keputusan Menteri Kesehatan RI No 369/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Bidan. Dalam peraturan tersebut berisikan tentang standar kompetensi bidan, standar pendidikan, standar pelayanan kebidanan, dan kode etik profesi. Standar profesi bidan ini harus dipatuhi serta diamalkan oleh setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya. Wewenang bidan sendiri diatur dalam permenkes No. 1464 tahun 2010.  Permenkes ini mengatur segala hal yang menjadi hak dan kewajiban seorang bidan.


batas dan wewenang bidan
Alat Kebidanan Partus Set


Batas dan Wewenang Bidan Indonesia

Untuk menjalankan profesinya, bidan harus  memerhatikan batas dan wewenang bidan. Seorang bidan harus mematuhi standar kompetensi, standar pendidikan, standar pelayanan dan kode etik profesi bidan. Dari standar kompetensi, seorang bidan dituntut untuk memiliki segala sesuatu yang mendukung dirinya dalam memberikan pelayanan kebidanan. Pada standar kompetensi ini terdiri dari 9 standar kompetensi yang harus dipenuhi oleh seorang bidan.
  1. Seorang bidan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dari ilmu-ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan etik yang dapat membentuk dasar dari asuhan yang bermutu tinggi sesuai dengan budaya untuk wanita, bayi baru lahir, dan keluarganya;
  2. Seorang bidan harus memberikan asuhan dengan mutu yang tinggi, serta memiliki pendidikan kesehatan yang tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh di masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan serta kesiapan menjadi   orang tua;
  3. Seorang bidan harus dapat memberikan pelayanan asuhan antenatal dengan mutu yang tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan. Pelayanan yang dapat diberikan di antaranya deteksi dini, pengobatan dan rujukan komplikasi kehamilan tertentu;
  4. Seorang bidan harus dapat memberikan asuhan yang bermutu tingi dan tanggap pada budaya setempat selama persalinan, memimpin persalinan yang bersih dan aman, menangani situasi kegawatdaruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita dan bayi baru lahir;
  5. Seorang bidan harus dapat memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui dengan kualitas yang tinggi dan tanggap terhadap budaya setempat;
  6. Seorang bidan harus dapat memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada bayi baru lahir yang sehat sampai dengan usia 1 bulan;
  7. Seorang bidan harus dapat memberikan asuhan dengan kualitas yang tinggi, komprehensif pada bayi dan balita yang sehat dengan usia 1 bulan sampai dengan 5 tahun;
  8. Seorang bidan harus dapat memberikan asuhan dengan mutu yang tinggi serta komprehensif pada keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat;
  9. Seorang bidan harus dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita atau ibu dengan gangguan sistem reproduksi.
Selain harus mematuhi standar kompetensi bidan, seorang bidan juga harus memenuhi kualifikasi menjadi   seorang bidan melalui suatu pendidikan.  Pada saat ini seorang bidan yang dapat memberikan pelayanan kebidanan berasal dari lulusan diploma III kebidanan. Batas dan wewenang bidan yang lainnya juga diatur dalam standar pelayanan kebidanan. Standar pelayanan kebidanan ini didasari oleh filosofi bidan. Tujuan dibuatkan standar pelayanan kebidanan ialah untuk menciptakan asuhan kebidanan yang dapat menyelamatkan ibu dan bayi.

Asuhan kebidanan itu sendiri berfokus pada pencegahan penyakit, promosi persalinan normal, pencegahan terhadap cacat pada ibu dan bayi, promosi kesehatan yang bersifat holistik. Hal-hal tersebut diberikan secara kreatif, suportif, fleksibel, bimbingan, peduli, monitor dan pendidikan yang berpusat pada perempuan. Demikianlah batas dan wewenang bidan Indonesia. Masih banyak batas dan wewenang bidan lainnya yang diatur dalam peraturan menteri kesehatan maupun aturan yang dibuat oleh organisasi profesi.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Buku konsep kebidanan


space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :