Standar Kompetensi Bidan

Standar kompetensi bidan merupakan tolak ukur kemampuan standar yang harus di miliki oleh seorang bidan. Standar kompetensi bidan ini di buat untuk menyamakan persepsi tentang kemampuan baik pengetahuan maupun keterampilan minimal yang harus di miliki oleh seorang bidan. Konsep standar kompetensi bidan yang dibuat dan disusun berdasarkan pada kesepakatan bersama dari berbagai pihak terkait diantaranya yaitu IBI, Kolegium Bidan Indonesia, Praktisi Bidan, Kementerian Kesehatan, Kementrian Pendidikan Nasional, pihak penyelenggara pendidikan dan perempuan sebagai penerima layanan kebidanan. Diantara para penggagas tersebut terjadilah suatu kesepakatan. Kesepakatan ini selanjutnya akan disahkan oleh PP – IBI bersama dalam Kolegium Bidan Indonesia.

Standar Kompetensi disusun melalui pengorganisasian kompetensi berdasarkan pendekatan yang bersifat umum ke yang bersifat khusus atau spesifik yaitu profil, kompetensi utama, kompetensi penunjang dan Kriteria Kinerja (Performance Criteria). Pernyataan kompetensi (competency statement) menggambarkan tingkat pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap (attitude) yang harus dimiliki oleh lulusan bidan. Profil dan Kompetensi Utama perlu dilengkapi dengan deskripsi untuk memberikan informasi tentang lingkup dan kedalaman kompetensi yang akan dicapai. Kompetensi Penunjang dan Kriteria Kinerja (Performance Criteria) berisikan pernyataan kompetensi – kompetensi yang diperlukan dengan tingkat kompetensi (Level of competency) untuk mencapai kompetensi utama yang telah ditetapkan. Selanjutnya Kompetensi Penunjang dijabarkan dalam Kriteria Kinerja (Performance Criteria) dengan menggunakan analisa instruksional.


standar kompetensi bidan
Alat Kebidanan Setengah Kocher


Standar Kompetensi Bidan Indonesia

Standar kompetensi bidan Indonesia menggambarkan tentang standar kemampuan bidan Indonesia. Standar kompetensi bidan ini terdiri dari 9 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang bidan. Standar kompetensi tersebut meliputi :
  1. Bidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan keterampilan dari ilmu-ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan etik yang membentuk dasar dari asuhan yang bermutu tinggi sesuai dengan budaya, untuk wanita, bayi baru lahir dan keluarganya
  2. Pra konsepsi, KB, dan Ginekologi; bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yang tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh dimasyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan dan kesiapan menjadi orang tua.
  3. Asuhan dan konseling selama kehamilan; bidan memberi asuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan yang meliputi: deteksi dini, pengobatan atau rujukan dari komplikasi tertentu.
  4. Asuhan selama persalinan dan kelahiran; bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap terhadap kebudayaan setempat selama persalinan, memimpin selama persalinan yang bersih dan aman, menangani situasi kegawatdaruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita dan bayinya yang baru lahir.
  5. Asuhan pada ibu nifas dan menyusui; bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhadap budaya setempat. 
  6. Asuhan pada bayi baru lahir; bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komperhensif pada bayi baru lahir sehat sampai dengan 1 bulan.
  7. Asuhan pada bayi dan balita; bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komperhensif pada bayi dan balita sehat (1 bulan – 5 tahun).
  8. Kebidanan komunitas; bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komprehensif pada keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat.
  9. Asuhan pada ibu/wanita dengan gangguan reproduksi; melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita/ibu dengan gangguan sistem reproduksi.
Standar kompetensi bidan Indonesia ini menjadi acuan dalam mendidik para calon bidan. Standar kompetensi bidan ini kemudian di jelmakan dalam sebuah kurikulum pendidikan kebidanan yang meliputi 7 area kompetensi profesi bidan yang merupakan hasil lokakarya nasional di Surabaya tahun 2012 yaitu komunikasi efektif, etika legal dan keselamatan pasien, pengembangan diri dan profesionalisme, landasan ilmiah praktik kebidanan, keterampilan klinis dalam praktik kebidanan, promosi kesehatan, manajemen, kepemimpinan dan kewirausahaan.



Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
  • Buku Konsep Kebidanan



space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :