Sistem Penghargaan Bagi Bidan

Sistem penghargaan bagi bidan terdiri dari reward dan punishment atau sanksi. Reward berarti penghargaan atau suatu hadiah adalah perbuatan yang menghargai, penghormatan. Sehingga dapat diartikan yaitu sebagai penghargaan yang sifatnya menyenangkan yang diberikan kepada bidan yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Sanksi adalah penilaian yang sifatnya menyakitkan atau hukuman yang biasanya diberikan kepada seseorang yang melanggar peraturan.

Sistem penghargaan bagi bidan untuk reward bertujuan untuk meningkatkan citra bidan dan IBI di masyarakat, memberikan penghargaan pada bidan atas darma baktinya kepada KIA khususnya dan pada masyarakat umumnya, meningkatkan motivasi bidan dalam berkarya dalam meningkatkan kualitas di pelayanan kebidanan, menjadi pendorong terciptanya tenaga kesehatan yang mempunyai sikap nasionalis, etis dan profesional, memiliki semangat pengabdian yang tinggi, berdisiplin, kreatif, berilmu, terampil, berbudi luhur serta dapat memegang teguh etika profesi, meningkatkan motivasi agar dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sedangkan tujuan sanksi sendiri yaitu untuk diberikan pada bidan yang menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.


sistem penghargaan bagi bidan
Alat Kebidanan Kateter Metal


Kriteria penerima penghargaan yaitu bidan yang berprestasi dengan kriteria berprestasi (kontribusi dan pengabdian, kemandirian, manajemen administrasi) serta pemberian penghargaan diberikan pada bidan teladan dengan kriteria umum dan kinerjanya.

Contoh Sistem Penghargaan Bagi Bidan (Reward dan Sanksi)

Contoh reward dalam sistem penghargaan bagi bidan adalah :
  • BIDAN BINTANG
  • BIDAN DELIMA
  • Beasiswa mahasiswa AKBID jalur khusus yang berprestasi diberikan oleh IBI
  • Penghargaan bagi bidan yang menyiapkan desa siaga di Kab. Cirebondan Kab. Kuningan diberikan oleh DEPKES
  • Penganugerahan Damandiri Award yang diselenggarakan Yayasan Damandiri
  • Penghargaan hasil belajar diberikan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STT PP).
  • Satuan Kredit Perolehan (SKP) bidan.
Sedangkan contoh sanksi dalam sistem penghargaan bagi bidan adalah pencabutan ijin praktek bidan, pencabutan SIPB sementara, atau bisa juga berupa denda.

Kriteria Reward dalam Sistem Penghargaan Bagi Bidan

1. Kriteria reward pertama dalam sistem penghargaan bagi bidan adalah adanya kontribusi dan pengabdian untuk :

* Ikut mensukseskan program-program kesehatan.

Bidan dalam menjalankan praktiknya berwenang untuk memberikan pelayanan yang meliputi :
  1. Pelayanan kebidanan
  2. Pelayanan keluarga berancana
  3. Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan kebidanan adalah bagian integral dari system pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan yang telah terdaftar (teregistrasi) yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaborasi atau rujukan. Sasaran kebidanan adalah individu, keluarga, dan masyarakat yang meliputi upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan dan pemulihan pelayanan kebidanan.

* Ikut aktif dan melibatkan diri dalam kegiatan penyuluhan dilingkungan sekitarnya

Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komprehensif pada keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat. Salah satunya dalam melaksanakan penyuluhan dan konseling kesehatan, melakukan penggerakan dan pembinaan peran serta masyarakat untuk mendukung upaya-upaya kesehatan ibu dan anak, dan juga melakukan pemantauan KIA dengan menggunakan PWS KIA, bersama dengan kader setempat melaksanakan pembinaan dan penyuluhan pada dukun bayi.

2. Kriteria reward kedua dalam sistem penghargaan bagi bidan adalah kemandirian. Dengan atau tanpa subsidi pemerintah tetap memberikan kontribusi.

3. Kriteria reward ketiga dalam sistem penghargaan bagi bidan adalah administrasi dan manajemen untuk :

* Menerapkan prinsip-prinsip administrasi dan manajemen yang baik.

Pengelolaan pelayanan kebidanan memiliki pedoman pengelolaan, standar pelayanan dan prosedur tetap. Pengelolaan pelayanan yang kondusif, menjamin praktik pelayanan kebidanan yang akurat. Terdapat pengelolaan pelayanan yang mencerminkan mekanisme kerja di unit pelayanan tersebut disahkan oleh pimpinan. Terdapat juga standar pelayan yang dibuat mengacu pada pedoman standar alat, standar ruangan, standar ketenagaan, standar tindakan yang telah disahkan pimpinan. Terdapat bukti tertulis terselenggaranya pertemuan berkala secara teratur, dilengkapi dengan daftar hadir dan notulen rapat, terdapat bukti administrasi.

Untuk kebutuhan peralatan kebidanan antara lain tensimeter dapat mengunjungi link berikut ini.



Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
  • Buku Konsep Kebidanan



space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :