Kode Etik Bidan

Kode etik merupakan ciri profesi yang bersumber dari nilai-nilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu yang merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntutan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi. Sedangkan kode etik bidan merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilai-nilai internal dan eksternal sebagai pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntutan bagi anggotanya dalam melaksanakan pengabdian profesi. Kode etik menurut ICM menerangkan bahwa kode etik bidan menunjukkan hubungan bidan dengan klien, praktek kebidanan, tanggung jawab profesi, peningkatan pengetahuan dan keterampilan bidan.

Prinsip utama dari kode etik bidan adalah kewajiban memprioritaskan kebutuhan klien, menghormati hak klien dan norma masyarakat; kewajiban memprioritaskan kebutuhan klien, menghormati hak klien dan norma masyarakat; kewajiban menyediakan asuhan, konsultasi dan rujukan, menjaga kerahasiaan informasi; kewajiban mendukung sejawat dan profesi lain; kewajiban menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesi; kewajiban mengembangkan pengetahuan dan praktek kebidanan; kewajiban berpartisipasi melaksanakan kebijakan pemerintah, terutama kesehatan ibu dan anak, kesehatan keluarga dan masyarakat.


kode etik bidan
Alat Kebidanan Setengah Kocher


Kode etik bidan menjadi kerangka fikir bagi bidan untuk keputusan, bertanggung jawab kepada masyarakat, anggota tim kesehatan lain dan profesi. Prinsip dari kode etik yaitu menghargai hak dan martabat manusia, memperbaiki status diri sendiri. dasar : bila menghargai orang lain akan dihargai orang lain, menopang pertumbuhan dan perkembangan kehidupan.

Chim Yacoba (1983) mendeskripsikan tentang profesi sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pengetahuan khusus dalam beberapa bidang ilmu, melaksanakan peran serta yang bermutu di masyarakat, melaksanakan cara-cara dan peraturan yang telah disepakati oleh anggota profesi itu. Abrahan Flexmen (1915) berpendapat bahwa profesi adalah aktifitas yang bersifat intelektual berdasarkan ilmu dan pengetahuan, digunakan untuk tujuan praktek pelayanan, dapat dipelajari, terorganisir secara internal dan artistik. Sedangkan menurut Sussman (1966) profesi berorientasi kepada pelayanan memiliki kelompok ilmu pengetahuan teoritik, dengan otonomi dari kelompok pelaksana.

Ciri-ciri dari profesi (scheen, 1972) adalah pekerjaan seumur hidup, mempunyai motivasi kuat atau panggilan, memiliki kelompok ilmu pengetahuandan keterampilan khusus, mengambil keputusan berdasarkan aplikasi prinsip-prinsip dan teori, berorientasi kepada pelayanan, pelayanan berdasarkan kebutuhan objektif dan saling percaya antar profesi dan klien, mempunyai otonom dalam menentukan tindakan, dan memiliki standar etik dan standar profesi yang diterapkan. Contoh dari standar etik yang diterapkan oleh profesi bidan adalah kode etik bidan.

Sedangkan karakteristik profesi memiliki tubuh keilmuan sebagai dasar pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat, pelayanannya bersifat unik, keahlian diperoleh melalui pendidikan formal pada tingkat perguruan tinggi, mempunyai standar pengawasan praktek, memiliki kode etik profesi (kode etik bidan), mempunyai otonomi, yaitu kewenangan dan kewajiban untuk mengatur dan mengontrol prakteknya sendiri, setiap anggota profesi bertanggung jawab dan bertanggung gugat atas semua tindakan yang dilakukannya kepada kliennya, setiap anggota profesi mempunyai tanggung jawab karir, yaitu upaya menjaga dan meningkatkan pengetahuan serta keahlian di bidangnya dan pekerjaan menjadi sumber hidup dan karir sepanjang hayat, memiliki organisasi profesi yang aktif dan kohesif.

Kode Etik Bidan I : Hubungan Bidan-Klien

  1. Memberikan informed choice, klien memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya.
  2. Memberdayakan perempuan.
  3. Memprioritaskan kebutuhan perempuan.
  4. Menghormati harkat dan martabat manusia.
  5. Bekerjasama dengan manusia.
  6. Saling menghargai.

Kode Etik Bidan II : Praktek Kebidanan

  1. Praktek berdasarkan bukti (evidance based).
  2. Menghargai keragaman budaya, mengubah praktek yang merugikan.
  3. Memberikan pelayanan aman, sesuai standart dan non diskriminatif.
  4. Akuntabilitas klien untuk memutuskan.
  5. Memberikan pelayanan holistik (utuh).
  6. Sebagai role model promosi kesehatan.

Kode Etik Bidan III : Tanggung Jawab Profesi

  1. Menjaga kerahasiaan.
  2. Mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan akuntabel.
  3. Menghapuskan pelanggaran ham.
  4. Mengembangkan kebijakan kesehatan yang mempromosikan kebutuhan perembuan dan keluarga.
  5. Menghargai diri sendiri dan nilai-nilai profesi.

Kode Etik Bidan IV : Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan

  1. Melakukan penelitian.
  2. Mengembangkan dan berbagi pengetahuan, peer review.
  3. Berpartisipasi dalam pendidikan bidan formal dan informal.
Itulah kode etik bidan yang wajib dipenuhi seorang bidan dalam memberikan pelayanan. Kode etik bidan ini harus dihormati oleh bidan dimanapin dia berada demi menjaga nama baik profesi bidan dan organisasi IBI (Ikatan Bidan Indonesia).




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • Buku Konsep Kebidanan



space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :