Imunisasi DPT

Imunisasi DPT merupakan salah satu dari berbagai jenis imunisasi yang pada umumnya masuk ke dalam bagian dari imunisasi yang wajib diberikan kepada anak-anak. Imunisasi DPT diberikan untuk memberikan kekebalan atau mencegah terhadap  3 penyakit penting yaitu difteri, tetanus dan pertusis. Ketiga penyakit tersebut merupakan sebuah penyakit yang berbahaya.


imunisasi DPT
 Alat Kebidanan Kateter Metal


Pemberian Imunisasi DPT

Imunisasi DPT diberikan sebanyak 3 kali. Diberikan pada anak mulai usia lebih dari 6 minggu dengan interval 1-2 bulan untuk pemberian selanjutnya. Sedangkan pada anak yang berusia kurang dari 6 minggu tidak dianjurkan untuk diberikan imunisasi DPT, hal tersebut dikarenakan respon terhadap pertusis pada anak tersebut tidak optimal.

Imunisasi DPT diberikan dengan cara menyuntikkan vaksin DPT ke otot anak. Biasanya penyuntikan dilakukan di otot paha. Untuk imunisasi DPT ulangan diberikan 1 kali pada usia 18 bulan. Dan diulang lagi ketika usia 5 tahun.

Dalam pemberian imunisasi DPT perlu diperhatikan juga beberapa kondisi berikut ini :

  • Pada pemberian imunisasi DPT sebelumnya menunjukkan reaksi alergi berat yang disebut anafilaksis.
  • Anak menderita gangguan otak yang disebut ensefalopati ( ditandai penurunan kesadaran dan kejang) pasca pemberian imunisasi DPT sebelumnya.

Jika anak Anda mengalami salah satu kondisi diatas, maka dalam pemberian imunisasi DPT tidak dianjurkan untuk diberikan imunisasi DPT.

Vaksin untuk Imunisasi DPT

Imunisasi DPT merupakan salah satu jenis  vaksin combo. Artinya, dalam satu vaksin mengandung beberapa jenis vaksin untuk beberapa jenis penyakit. Saat ini terdapat 2 jenis vaksin DPT. Yang pertama, dengan kandungan seluruh sel kuman pertusis (whole cell pertussis) disingkat dengan DTwP. Vaksin kombo ini pada umumnya telah tersedia di posyandu dan puskesmas. Yang kedua, yang tidak mengandung  kuman pertusis, tapi berisi komponen spesifik toksin dari kuman pertusin, disebut sebagai aseluler pertusis, disingkat DTaP. Terdapat keuntungan dalam menggunakan vaksin jenis ini yaitu angka kejadian komplikasi yang ditimbulkan lebih sedikit dibanding vaksin yang whole cell. Artinya, lebih sedikit menimbulkan risiko terjadinya demam, bengkak, nyeri atau komplikasi lainnya. Dalam penggunaan kedua vaksin ini, pada umumnya dokter akan menanyakan terlebih dahulu kepada orangtua bayi vaksin yang manakah yang akan diberikan, apakah vaksin yang dapat menyebabkan demam pasca pemberian imunisasi DPT (whole cell) ataukah vaksin yang tidak menyebabkan demam pasca pemberian imunisasi DPT (aseluler).

Komplikasi imunisasi DPT

Dalam pemberian imunisasi DPT komplikasi yang umumnya dapat terjadi antara lain:

  • Reaksi lokal pada bekas tempat penyuntikan berupa kemerahan,bengkak dan nyeri. Kejadian ini terjadi pada 42,9% penerima imunisasi DPT.
  • Demam ringan. Hanya sekitar 2,2% yang mengalami demam tinggi.
  • Anak gelisah dan menangis terus menerus selama beberapa jam pasca suntikan.
  • Kejang demam terjadi sebanyak 0,06%.
  • Reaksi alergi dan ensefalopati, namun kejadian ini sangat jarang.

Imunisasi DPT memberikan banyak manfaat bagi kesehatan anak Anda, meskipun terdapat komplikasi yang dapat timbul akibat imunisasi DPT hal tersebut tidak sebanyak yang diberikan dari imunisasi DPT. Selain itu, komplikasi yang terjadi akibat imunisasi DPT tidak menimbulkan kejadian yang sangat berbahaya. Maka dari itu, bagi anak Anda sangat dianjurkan untuk diberikannya imunisasi DPT karena selain imunisasi DPT memberikan banyak manfaat biaya untuk imunisasi DPT sangat ringan dikarenakan imunisasi DPT termasuk imunisasi dasar yang diwajibkan maka biaya imunisasi DPT digratiskan pemerintah. Anda dapat melakukan imunisasi DPT anak anda di posyandu atau puskesmas terdekat.



Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber: 
  • kesehatananakku.com



space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :