Bidan Delima

Bidan delima merupakan petugas kesehatan yang memberikan pelayanan yang berkualitas, ramah tamah, aman nyaman, terjangkau dalam bidang kesehatan reproduksi, keluarga berencana dan kesehatan umum dasar selama 24 jam. Pada lambang bidan delima terdiri dari beberapa unsur yaitu :
  1. Delima. Buah yang terkenal sebagai buah yang cantik, indah, bersi biji dan cairan manis yang melambangkan kesuburan (reproduksi).
  2. Merah. Warna merah melambangkan keberanian dalam menghadapi tantangan dan pengambilan keputusan yang cepat, tepat dalam membantu masyarakat.
  3. Hitam. Warna yang melambangkan ketegasan dan kesetiaan dalam melayani kaum perempuan (Ibu dan Anak) tanpa membedakan.
  4. Hati. Melambangkan pelayanan bidan yang manusiawi, penuh kasih sayang (sayang ibu dan sayang bayi) dalam semua tindakan/intervensi pelayanan.
Bidan delima melambangkan pelayanan berkualitas dalam kesehatan reproduksi dan keluarga Berencana yang berdasarkan kasih sayang, sopan santun, rama tamah, sentuhan yang manusiawi terjangkau, dengan tindakan kebidanan sesuai standar dan kode etik profesi.


bidan delima
Alat Kebidanan Partus Set

Visi Bidan Delima

“Meningkatkan kualitas pelayanan untuk memberikan yang terbaik, agar dapat memenuhi keinginan masyarakat”.

Misi Bidan Delima

Misi bidan delima adalah Bidan Praktek Mandiri yang mampu memberikan pelayanan berkualitas terbaik dalam bidang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, bersahabat dan peduli terhadap kepentingan pelanggan, serta memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggan.

Profil Bidan Delima

  1. Memiliki identitas profesional sebagai bidan delima yang mencerminkan kualitas sebagai seorang bidan yang handal, terampil dan cekatan dalam pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi
  2. Bidan Delima adalah Bidan Praktek Mandiri yang telah mengikuti standar pelayanan kebidanan sesuai dengan ketentuan KepMenKes No. 900/VII/2002 dan standar pelayanan kesehatan dari WHO
  3. Memiliki keterampilan yang sesuai dengan standar untuk setiap jenis pelayanan yang diberikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan kepatuhan terhadap kode etik
  4. Memiliki pengetahuan yang senantiasa mutakhir
  5. Berperilaku positif dan peduli terhadap kepentingan pelanggan
  6. Penampilan/kinerja bidan delima yang menyejukan dan menyenangkan
  7. Tempat dan peralatan praktek yang terstandar, memiliki alat bantu komunikasi seperti poster, signage, leaflet.
Sejarah Bidan di Indonesia (1957 sampai Adanya Bidan Delima dan Sekarang)

Pada tahun 1957, BKIA menjadi Puskesmas. Kegiatan Puskesmas meliputi kegiatan di dalam gedung dan diluar gedung. Pada tahun 1990, pelayanan kebidanan merata dan dekat dengan masyarakat. Pada tahun 1992, instruksi presiden secara lisan pada sidang kabinet tentang perlunya mendidik bidan untuk penempatan bidan di desa. Tugas pokok bidan di desa yaitu pelaksana KIA (bumil, bulin, bufas & bayi baru lahir), termasuk pembinaan dukun bayi, serta pelayanan KB. Area garapan bidan diperluas (Konferensi Kependudukan Dunia di Kairo, 1994), yaitu : Safe Motherhood termasuk bayi baru lahir dan perawatan abortus, Family planning, PMS termasuk infeksi saluran alat reproduksi, Kespro remaja, Kespro orang tua.

Kewenangan bidan diatur melalui permenkes, dimulai dari permenkes no. 5380/IX/1963 tentang wewenang bidan terbatas pada pertolongan persalinan normal secara mandiri, di dampingi petugas lain. Permenkes no. 363/IX/1980, diubah menjadi Permenkes no. 623/IX/1980 bahwa kewenangan bidan dibagi 2, kewenangan khusus dan umum.

Permenkes no. 572/VI/1996, mengatur tentang registrasi dan praktik bidan. Kewenangan bidan lebih terinci yaitu kuretasi digital untuk sisa jaringan konsepsi, vakum ekstraksi dengan kepala bayi di dasar panggul, resusitasi BBL (Bayi Baru Lahir) asfiksia dan hipotermi, dan sebagainya.

Kewenangan dalam KB yaitu memberikan alat kontrasepsi melalui oral, suntikan, AKDR, AKBK (memasang dan mencabut), kondom dan tissue vaginal. Permenkes no. 900/menkes/SK/VI/2002 tentang Registrasi dan Praktik bidan. Pada tahun 2005 pengurus pusat IBI (ikatan Bidan Indonesia) mengadakan suatu program yaitu bidan delima yang melambangkan dari kualitas pelayanan bidan. Kemudian keluar kepmenkes no. 369/menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Bidan. Permenkes 1464/X/Menkes/2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan.




Oleh : Bidan Rina Widyawati
Sumber :
  • Buku Konsep Kebidanan



space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :