Aturan Penyimpanan Vaksin Bcg

Imunisasi BCG merupakan imunisasi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit TB ( tuberculosis). Pemberian Imunisasi BCG tidak mencegah infeksi tuberculosis, akan tetapi mengurangi risiko terjadinya tuberkulosis berat seperti meningitis TB (penyakit radang selaput otak oleh kuman TB). Efektivitas imunisasi BCG bervariasi antara 0% – 80%. Hal ini berhubungan dengan beberapa faktor yaitu mutu vaksin yang dipakai dan kondisi anak itu sendiri seperti umur, keadaan gizi dan lain – lain. Efek proteksi akan timbul setelah 8-12 minggu setelah penyuntikan. Vaksin yang digunakan untuk imunisasi BCG merupakan vaksin beku kering yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Vaksin tersebut bekerja dengan cara merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap tuberkulosa.


 aturan penyimpanan vaksin bcg
Alat Kebidanan Partus Set


Pada pembahasan kali ini akan diberikan beberapa informasi mengenai vaksin BCG antara lain sebagi berikut :

Kandungan yang Terdapat Di Dalam Vaksin BCG

Tiap ampul vaksin mengandung :

  • Bacillus Calmette Guerin hidup 1,5 mg

Pelarut mengandung :

  • Natrium klorida 0,9 % INDIKASI

Posologi

  • Vaksin yang telah dilarutkan diberikan secara intradermal, sebanyak 0,05 ml untuk bayi dibawah usia 1 tahun. Kulit tidak boleh dibersihkan dengan antiseptik. Vaksin dilarutkan dengan menambahkan seluruh isi ampul pelarut vial vaksin. Seluruh pelet harus terlarut. Sebelum pemberian suntikan, vaksin yang telah dilarutkan harus diamati secara visual. Jika tampak benda asing maka vaksin harus dibuang.
  • Gunakan syringe dan jarum steril untuk setiap penyuntikan. Vaksin BCG sensitif terhadap sinar ultraviolet, maka harus dilindungi dari sinar matahari.
  • Jika setelah dilarutkan tidak segera digunakan maka disimpan pada suhu antara +2°C s/d +8°C, selama maksimal 3 jam.
  • Vaksin hanya boleh dilarutkan dengan pelarut yang telah disediakan. Jangan gunakan pelarut dari jenis vaksin lain maupun produsen lain. Air untuk injeksi juga tidak bisa digunakan. Menggunakan pelarut yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan pada vaksin dan reaksi serius pada pasien.
  • Untuk proteksi maksimum vaksin BCG diberikan rutin kepada semua bayi segera setelah lahir. Tidak ada bukti perihal manfaat vaksinasi BCG yang diulang. Vaksin ini dapat diberikan bersama vaksin DPT, Campak, Polio (OPV & IPV), Hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe b, yellow fever, pada lokasi penyuntikan yang berbeda, dan suplemen vitamin A.

Efek Samping

Terdapatnya reaksi lokal yang timbul setelah imunisasi BCG merupakan sebuah hal yang wajar terjadi. Suatu pembengkakan kecil, merah, lembut biasanya timbul pada daerah bekas suntikan, yang kemudian berubah menjadi vesikel kecil, dan kemudian menjadi sebuah ulkus dalam waktu 2 - 4 minggu. Reaksi ini biasanya hilang dalam 2 – 5 bulan, dan umumnya pada anak-anak akan meninggalkan bekas berupa jaringan parut dengan diameter 2–10 mm. Jarang sekali nodus dan ulkus tetap bertahan. Kadang-kadang pembesaran kelenjar getah bening pada daerah ketiak dapat timbul 2 – 4 bulan setelah imunisasi. Sangat jarang sekali pembesaran kelenjar getah bening tersebut menjadi supuratif.

Kontraindikasi

  • Defisiensi sistem kekebalan
  • Individu yang terinfeksi HIV asimtomatis maupun simtomatis tidak boleh menerima vaksinasi BCG.

Aturan Penyimpanan Vaksin BCG

  • Vaksin BCG beku kering harus disimpan pada suhu antara +2°C s/d +8°C. Vaksin dan pelarut harus ditransportasikan bersamaan. Pelarut tidak boleh dibekukan, tetapi disimpan pada suhu kamar. Vaksin harus dilindungi dari cahaya.
  • Masa daluarsa 1 tahun.
  • Vaksin BCG yang sudah dilarutkan, sebaiknya digunakan segera, paling lambat 3 jam setelah dilarutkan, apabila masih bersisa maka harus dimusnahkan



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :

  • biofarma.co.id



space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :