7 Standar Keselamatan Pasien


Tujuh Standar Keselamatan Pasien ini mengacu pada “Hospital Patient Safety Standards” yang dikeluarkan oleh Joint Commision on Accreditation of Health Organizations, Illinois, USA, tahun 2002. Berikut isi dari 7 st r keselamatan pasien tersebut.



7 standart keselamatan
Alat Kebidanan Gunting Episotomi

1. Hak Pasien 


Standarnya adalah:

Pasien dan keluarganya mempunyai hak untuk mendapatkan informasi tentang rencana dan hasil pelayanan termasuk kemungkinan terjadinya KTD (Kejadian Tidak Diharapkan).

Kriterianya adalah:
  1. Harus ada dokter penanggung jawab pelayanan
  2. Dokter penanggung jawab pelayanan wajib membuat rencana pelayanan
  3. Dokter penanggung jawab pelayanan wajib memberikan penjelasan yang jelas dan benar   kepada pasien dan keluarga tentang rencana dan hasil pelayanan, pengobatan atau prosedur untuk pasien termasuk kemungkinan terjadinya KTD.

2. Mendidik Pasien dan Keluarga


Standarnya adalah:

RS harus mendidik pasien dan keluarganya tentang kewajiban dan tanggung jawab pasien dalam asuhan pasien.

Kriterianya adalah:

Keselamatan dalam pemberian pelayanan dapat ditingkatkan dengann keterlibatan pasien adalah partner dalam proses pelayanan. Karena itu, di RS harus ada system dan mekanisme mendidik pasien dan keluarganya tentang kewajiban dan tanggung jawab pasien dalam asuhan pasien. Dengan pendidikan tersebut diharapkan pasien dan keluarga dapat:
  1. Memberikan info yang benar, jelas, lengkap dan jujur
  2. Mengetahui kewajiban dan tanggung jawab
  3. Mengajukan pertanyaan untuk hal yang tidak dimengerti
  4. Memahami dan menerima konsekuensi pelayanan
  5. Mematuhi instruksi dan menghormati peraturan RS
  6. Memperlihatkan sikap menghormati dan tenggang rasa
  7. Memenuhi kewajiban finansial yang disepakati.

3. Keselamatan Pasien dan Kesinambungan Pelayanan


Standarnya adalah

RS menjamin kesinambungan pelayanan dan menjamin koordinasi antar tenaga dan antar unit pelayanan.

Kriterianya adalah:
  1. koordinasi pelayanan secara menyeluruh
  2. koordinasi pelayanan disesuaikan kebutuhan pasien dan kelayakan sumber daya
  3. koordinasi pelayanan mencakup peningkatan komunikasi
  4. komunikasi dan transfer informasi antar profesi kesehatan.

4. Penggunaan Metode-metode Peningkatan Kinerja untuk Melakukan Evaluasi dan Program Peningkatan Keselamatan Pasien


Standarnya adalah :

RS harus mendesign proses baru atau memperbaiki proses yang ada, memonitor dan mengevaluasi kinerja melalui pengumpulan data, menganalisis secara intensif KTD, dan melakukan perubahan untuk meningkatkan kinerja serta KP.

Kriterianya adalah :
  1. Setiap rumah sakit harus melakukan proses perancangan (design) yang baik, sesuai dengan  ”Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit”.
  2. Setiap rumah sakit harus melakukan pengumpulan data kinerja
  3. Setiap rumah sakit harus melakukan evaluasi intensif
  4. Setiap rumah sakit harus menggunakan semua data dan informasi hasil analisis.

5. Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien


Standarnya adalah :
  1. Pimpinan dorong dan jamin implementasi progr KP melalui penerapan “7 Langkah Menuju KP RS ”.
  2. Pimpinan menjamin berlangsungnya program proaktif identifikasi risiko KP dan program mengurangi KTD.
  3. Pimpinan dorong dan tumbuhkan komunikasi dan koordinasi antar unit dan individu berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang KP
  4. Pimpinan mengalokasikan sumber daya yang adekuat untuk mengukur, mengkaji, dan meningkatkan kinerja RS serta tingkatkan KP.
  5. Pimpinan mengukur dan mengkaji efektifitas kontribusinyadalam meningkatkan kinerja RS dan KP.
Kriterianya adalah :
  1. Terdapat tim antar disiplin untuk mengelola program keselamatan pasien.
  2. Tersedia program proaktif untuk identifikasi risiko keselamatan dan program meminimalkan insiden,
  3. Tersedia mekanisme kerja untuk menjamin bahwa semua komponen dari rumah sakit terintegrasi dan berpartisipasi
  4. Tersedia prosedur “cepat-tanggap” terhadap insiden, termasuk asuhan kepada pasien yang terkena musibah, membatasi risiko pada orang lain dan penyampaian informasi yang benar dan jelas untuk keperluan analisis.
  5. Tersedia mekanisme pelaporan internal dan eksternal berkaitan dengan insiden.

6. Mendidik Staf tentang Keselamatan Pasien


Standarnya adalah :
  1. RS memiliki proses pendidikan, pelatihan dan orientasi untuk setiap jabatan mencakup keterkaitan jabatan dengan KP secara jelas.
  2. RS menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan dan memelihara kompetensi staf serta mendukung pendekatan interdisiplin dalam pelayanan pasien.

Kriterianya adalah :
  1. memiliki program diklat dan orientasi bagi staf baru yang memuat topik keselamatan pasien
  2. mengintegrasikan topik keselamatan pasien dalam setiap kegiatan inservice training dan memberi pedoman yang jelas tentang pelaporan insiden.
  3. menyelenggarakan pelatihan tentang kerjasama kelompok (teamwork) guna mendukung pendekatan interdisiplin dan kolaboratif dalam rangka melayani pasien.

7. Komunikasi Merupakan Kunci Bagi Staf untuk Mencapai Keselamatan Pasien


Standarnya adalah :
  1. RS merencanakan dan mendesain proses manajemen informasi KP untuk memenuhi kebutuhan informasi internal dan eksternal.
  2. Transmisi data dan informasi harus tepat waktu dan akurat.

Kriterianya adalah
  1. Disediakan anggaran untuk merencanakan dan mendesain proses manajemen untuk memperoleh data dan informasi tentang hal-hal terkait dengan keselamatan pasien.
  2. Tersedia mekanisme identifikasi masalah dan kendala komunikasi untuk merevisi manajemen informasi yang ada.



Sumber : academia.edu




space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :