Profesi Bidan

Profesi bidan memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi maka dari itu bidan dikatakan sebagai suatu profesi. Bidan merupakan suatu profesi. Profesi mempunyai makna sebagai pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi. Dalam praktiknya profesi bidan memiliki asosiasi profesi bidan yang dinamakan IBI (Ikatan Bidan Indonesia). Profesi bidan mempunyai kode etik yang dinamakan dengan kode etik kebidanan. Profesi bidan dalam setiap lulusan dari pendidikan kebidanannya mendapatkan sertifikasi dan lisensi dari pemerintah. Sehingga dapat dikatakan bahwa bidan itu merupakan suatu profesi.

Profesi bidan tidak lepas dari ciri-ciri bidan sebagai profesi. Ciri profesi itu sendiri meliputi ditempuh melalui pendidikan formal, memiliki panduan dalam menjalankan profesi, memiliki kelompok pengetahuan yang jelas, memiliki kewenangan dalam menjalankan tugasnya, memberi pelayanan yang aman dan memuaskan, memiliki organisasi profesi, memiliki karakteristik yang khusus, dan merupakan suatu pekerjaan dan sumber utama penghidupan.

profesi bidan
Peralatan kebidanan Partus Set

Profesi bidan berkaitan juga dengan ciri jabatan profesional. Ciri-ciri tersebut meliputi Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoritis asosiasi profesional, pendidikan yang ekstensif, ujian kompetensi, pelatihan institusional, lisensi, otonomi kerja, kode etik, mengatur diri, layanan publik dan altruisme.

Profesi Bidan sebagai Jabatan Profesional

Bidan sebagai jabatan profesional tidak lepas dari adanya bukti. Bukti profesi bidan sebagai jabatan profesional diantaranya adalah :
  1. Memberi pelayanan kepada masyarakat yang bersifat khusus atau spesialis
  2. Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan bidan sebagai tenaga profesional
  3. Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh mahasiswa
  4. Memiliki kewenangan yang disahkan atau diberikan oleh pemerintah
  5. Memiliki peran dan fungsi yanng jelas
  6. Memiliki kompetensi yang jelas dan terukur
  7. Memiliki organisasi profesi sebagai wadah
  8. Memiliki kode etik bidan
  9. Memiliki etika kebidanan
  10. Memiliki standar pelayanan
  11. Memiliki standar praktik
  12. Memiliki standar pendidikan
  13. Memiliki standar pendidikan berkelanjutan.
Bidan memiliki standar kompetensi yang mengatur bidan dalam memberikan pelayanan berdasarkan standar kompetensi tersebut. Kompetensi bidan tersebut meliputi :
  1. Pengetahuan umum, keterampilan dan perilaku yang berhubungan dengan ilmu-ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan profesi kesehatan
  2. Pra konsepsi, keluarga berencana dan ginekologi
  3. Asuhan konseling selama kehamilan
  4. Asuhan selama persalinan dan pelahiran
  5. Asuhan pada ibu nifas dan menyusui
  6. Asuhan pada bayi baru lahir
  7. Asuhan pada bayi dan balita
  8. Kebidanan komunitas
  9. Asuhan pada wanita/ibu dengan gangguan sistem reproduksi.
Dalam menjalankan praktiknya harus berpegang teguh pada filosofi kebidanan, kode etik bidan dan aspek legal. Filosofi kebidanan berisiskan tentang :
  1. Bidan meyakini kehamilan dan kelahiran adalah suatu peristiwa hidup yang normal
  2. Peran bidan memastikan,melindungi dan memberi dukungan terhadap proses fisiologis
  3. Bidan memberikan asuhan mandiri dan perempuan sebagai pusat asuhan
  4. Bidan memfasilitasi partisipasi aktif perempuan dalam persalinan
  5. Bidan memberdayakan perempuan menjadi proaktif.
Bila filosofi jelas akan terlihat dalam praktik, filosofi menyatu dengan keyakinan dalam memberikan asuhan yang optimal dan tanggung jawab dalam memberi asuhan terhadap perempuan sejak hamil, melahirkan, dan sesudah melahirkan. Hal ini juga yang mendukung profesi bidan menjadi sebuah profesi yang dihormati dan dibanggakan di Indonesia. Karena dalam filosofi yang diterapkan dalam praktik sehari-hari profesi bidan, membuat profesi bidan menjadi profesi yang lebih nyata. Informasi harga dan pembelian alat kebidanan seperti tensimeter bisa didapatkan di tokoalkes.com




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • Buku Konsep Kebidanan



space iklan


Terima kasih untuk Like/comment FB :